HSI 10 - Halaqah 9 - Pembelahan Dada Nabi | Meninggalnya Aminah dan Abdul Muthalib
📘 Silsilah Sirah Nabawiyyah
🔊 Halaqah 9 | Pembelahan Dada Nabi | Meninggalnya Aminah dan Abdul Muthalib
👤 Ustadz DR. Abdullāh Roy, MA
------------------------------------------------------------------------------------------------
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang kesembilan dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah *”Pembelahan Dada Nabi ﷺ, Meninggalnya Aminah & Abdul Mutholib “*.
Pada tahun ke-4 / ke-5 semenjak kelahiran Nabi ﷺ, terjadi kejadian besar yang menimpa Muhammad ﷺ.
Di dalam shahih Muslim, Imam Muslim meriwayatkan bahwa datang Malaikat Jibril & Muhammad ﷺ sedang bermain bersama anak-anak, kemudian Malaikat Jibril membelah dada beliau mengeluarkan dari jantungnya segumpal darah hitam, kemudian membuangnya & mencuci jantung nya didalam bejana yang terbuat dari emas yang di dalamnya ada air Zam zam sehingga jantung tersebut bersih kemudian mengembalikannya seperti semula.
Datanglah anak² tersebut melapor kepada Halimah bahwa Muhammad telah terbunuh, kemudian mereka pun menyambut Muhammad & beliau dalam keadaan sudah berubah wajahnya, Halimah sebagai ibu yang menyusui Muhammad ﷺ merasa takut dengan kejadian aneh yang menimpa Muhammad, maka diapun mengembalikan beliau kepada ibunya sampai berumur 6 tahun.
Pada tahun itulah Aminah mengajak Muhammad putranya yang sudah yatim untuk menziarahi kubur suaminya di kota Madinah & bersama mereka Abdul Mutholib & Ummu Aiman sang pembantu.
Ketika kembali pulang Aminah sakit & meninggal di al-Abwa sebuah sebuah kota antara Madinah & Mekkah. Jadilah Muhammad yang sangat masih kecil tersebut & sangat kasih sayang & perhatian hidup tidak memiliki orang tua.
Kemudian kembalilah beliau bersama kakek nya yang sangat sayang kepada beliau ﷺ bahkan lebih di sayangi daripada anak² nya yang lain.
Dahulu Abdul Mutholib memiliki tikar disekitar Ka’bah, tidak ada anak² nya yang berani duduk bersama Abdul Mutholib di atas tikar tersebut, karena menghormati bapaknya. Namun Abdul Mutholib membiarkan Muhammad duduk bersamanya duduk diatas tikar & mengusap punggungnya & senang apa yang dia lakukan.
Ketika berumur 8 tahun meninggal lah Abdul Mutholib (kakek yang sangat sayang kepada beliau) & sebelum meninggal Abdul Mutholib menyerahkan kepengurusan cucu nya kepada Abu Tholib paman saudara kandung Abdullah bin Abdul Mutholib.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
*Abdullāh Roy*
Di kota Pandeglang
Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*
Untuk mendengarkan Audio Kajian di atas, silahkan bergabung dengan grup HSI Abdullah Roy. Dapatkan informasi pendaftaran pada website resmi HSI .